Minggu, 15 September 2013

Pengamat atau Perubah?


           Dulu, saat gue kecil Mama gue pernah bercerita tentang negri bernama Far-Far-Away. Sebuah negri yang amat besar dan hebat. Seluruh penjuru dunia tau tentang kemasyuran negri ini.
           Sampai, Suatu ketika negri ini di hadapi dengan masalah yang besar.
Bahkan Far-Far-Away sudah membayar mahal sekali pahlawan dari negri sebrang dan mengadakan sayembara keseluruh penjuru dunia.

"Barang siapa yang bisa menyelesaikan masalah kemacetan di Negri ini. Akan di berikan imbalan berupa istana besar dan seorang putri yang cantik untuk dijadikan istri. Dan jika dia perempuan makan akan di angkat menjadi anak oleh raja"

Banyak para pahlawan datang dari negri jauh untuk mengikuti sayembara ini. Hasilnya? GAGAL! Belum ada seorang pun yang berhasil. Bahkan sejak 50 tahun sayembara itu di gelar.
      Penduduk  Far-Far-Away mulai resah. Mereka berfikir, buat apa aku membayar pajak untuk ke 10 kereta kuda kencana ku yang sedemikian dan terjebak di kemacetan panjang! Ini sungguh pengeluaran besar yang sia-sia.
Sedikit bocoran, penduduk Far-Far-Away gemar sekali memakai Kereta kencana. Bahkan untuk perjalanan yang jaraknya sangat dekat. Mereka berfikir, Kereta kencana ku adalah status sosial ku.
Opini-opini Penduduk makin tak terbendung.

"Lihat! kita membayar pajak untuk kereta kencana hanya untuk mendapatkan kemacetan? Pasti uang kita diselewengkan. Dasar Negri korup!"

"Kamu cuma 10 kereta? aku 20! Bayangkan berapa banyak uang yang ku sia-siakan hanya untuk membayar pajak!"

"HAH! Dasar Far-Far-Away Bodoh! aku benci harus terjebak selama 30tahun di negri ini!"

"Pemerintah gak becus! Bisa nya tidur saja saat rapat. Hasilnya? ya seperti ini!"

       Far-Far-Away tidak lagi menjadi negri hebat. Mereka sudah terpecah. Tidak ada lagi rasa kepercayaan. Semua mulai mementingkan diri sendiri. Tidak ada lagi rasa kepedulian dan kebiasaan yang dahulu mereka pupuk untuk mempersatukan, menjadikan negeri ini hebat! Ya, semua itu tidak ada. Hilang. Seiring berjalan nya waktu.

* * * * * * *  * * * * * * * * * * * * * * * * *

        70 tahun berlalu. Far-Far-Away tidak mengalami perubahan yang signifikan. Bisa di bilang malah semakin parah. Semua penduduk malah semakin berlomba untuk membeli kereta kencana murah yang 10 tahun belakangan membuka penjualannya di negri ini. Kemacetan? Jangan di tanya. :)

      Sampai suatu saat, Far-Far-Away mendapatkan pemuda desa yang bersedia untuk menyelesaikan masalah ini.
     Beberapa waktu berlalu, kemacetan berangsur berkurang cepat sekali.
Dalam kurun waktu 5 tahun kemacetan sudah hilang sama sekali. Transportasi umum yang disediakan kerajaan mulai di pakai sebagaimana mestinya. Tidak ada lagi antrian kereta kencana yang panjang. Tidak ada lagi polusi kotoran kuda yang berceceran dijalan.
    Raja kagum sekali dengan apa yang pemuda itu lakukan. Bagaimana bisa? 
Pada sore hari yang tenang Raja menanyakan 'Cara'  apa yang digunakan pemuda itu untuk menyelesaikan masalah kemacetan yang sudah mendarah daging ini.
Pemuda desa itu pun hanya tersenyum dan berkata "Tidak ada yang aku lakukan. Aku hanya berkata pada Penduduk, Pengamat, protes sana-sini memang tidak pernah salah, namun pelakulah yang merubah dunia. Saya mengajak mereka semua untuk menjadi perubah. Karna saya tau, kerjaan tidak akan mungkin mampu menyelesaikan masalah ini sendirian"

"Mereka percaya dan menurut begitu saja?" Tanya Raja

"Tentu tidak, bagaimana mungkin semudah itu. Saya menambahakan beberapa kebijakan" Jawab pemuda

"Kebijakan apakah itu?"

"Tingkat keamanan dan kenyamanan transportasi umum ku tingkatkan. Serta menaikan pajak kereta kencana 300% kepada pabrik dan 100% kepada siapa saja yang memilikinya" Ucap pemuda santai

"Bodoh! Kamu benar-benar Bodoh! Bagaimana mungkin!! Bagaimana pula aku tidak menyadari. Kamu tau? Pabrik kereta kencana adalah salah satu pemasukan pajak terbesar! Apa kamu sadar dengan kebijakan itu hanya membuat mereka tidak mau membuka pabrik di negri kita lagi!" Hardik Raja

"Kenapa Raja begitu marah dan takut? Coba lihat pengeluaran apa yang saya telah hilangkan dalam daftar. Pajak yang mereka bayar bahkan tidak akan pernah cukup untuk mengganti apa yang mereka rusak pada negri kita. Maaf atas kebijakan ini. Saya harap Raja mengerti" Ucap pemuda sambil tersenyum dan meninggalkan kerajaan.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * ** * * * * * * * * * * * 

   Yahh.. itu salah satu dongeng yang Mama gue ceritain sebelum tidur. Emang gak sama seperti yang gue ketik. Hahahaha.. Mama gue gak ngerti tentang hal yang berbau kerajaan. Beliau hanya mengerti tentang bagaimana membersarkan anak yang baik dan menjadikan mereka bukan hanya sekedar pengamat atau sekedar sibuk  sana sini menuntut dan menyalahkan orang lain. Tapi, bagaimana mau mengambil resiko,  bertindak dan menjadi perubah :))

0 komentar:

Posting Komentar